Pantai Anak Karas, Sajian Keindahan dan Sejarah Mercusuar Berusia 130 Tahun
BATAM- Senada dengan upaya pemerintah menjadikan pariwisata sebagai sector unggulan, beberpa kawasan di Kepri menampakkan geliat yang mendukung program pemerintah tersebut dengan menghadirkan kawasan wisata baru. Lingga, Bintan, dan beberapa kawasan lain termasuk Batam memperkenalkan keindahan alam daerahnya masing-masing.
Di Batam sendiri, pantai Anak Karas yang mulai dibuka pada (15/10/2016) lalu, menjadi kawasan wisata baru dengan sajian keindahan pantai dan sejarah Menara suar yang telah berdiri selama 130 tahun. Berlokasi di kampung Darat Pulau, Kelurahan Karas, Kecamatan Galang, Batam, Pantai Anak Karas ini menjadi destinasi baru yang cukup menarik dan patut dicoba.
Gundukan pasir yang menjorok keluar membuatnya terlihat seperti jalan yang membelah laut. Pohon kelapa yang berdiri menjulang membuat kawasan ini teduh namun tidak terlihat rimbun. Pandangan pengunjung akan disuguhi pemandangan rumah-rumah panggung masyarakat kampung Darat Pulau, hilir mudik perahu dan sampan nelayan yang mencari ikan, dan Kelong (alat tangkap ikan yang dibuat dengan jaring yang dipasangi kayu).
Pantai ini terbilang luas dengan panjang lebih kurang 400 meter, sangat cocok untuk mereka yang senang kamping. Meskipun masih baru, fasilitas di pantai ini sudah mencukupi, pengelola pantai sudah menyediakan air bersih, kamar mandi, warung makan, dan pondok-pondok kecil untuk pengunjung bersantai.
Seperti diungkapkan Bujang, pengelola pantai ini, setiap akhir pekan mereka menyediakan makanan khas masyarakat kampung Darat Pulau. Salah satu makanan khas yang selalu mereka sediakan adalah Otak-otak ikan tamban. Makanan ini sangat jarang dibuat di daerah lain Karena ikan tamban sebagai bahan utamanya banyak terdapat di kampung ini.
‘’Kita hari Sabtu sama Minggu bikin otak-otak tamban, kita bakar di sini biar orang yang datang beli. Ini makanan khas kita. Kalua ada yang mau ikan, kepiting, makanan laut nanti kita sediakan’’ kata Bujang kepada tribun ketika ditemui di kawasan wisata ini Kamis (27/10/2016).
Sementara itu, pantai Anak Karas juga menyajikan fakta sejarah dalam bentuk Menara suar yang masih berfungs sebagai alat bantu navigasi bagi kapal yang melintas. Bujang menuturkan bahwa perairan seputar pantai ini adalah tempat melintas kapal-kapal besar dari dan ke Indonesia bagian timur. Menara suar ini sendiri telah berdiri sejak tahun 1886. Di bagian menara terdapat keterangan yang tertulis dengan ejaan Bahasa belanda yang berbunyi ‘’Vabriek Vor De Marine Het Stoomwezen 1886”.
Pengunjung pantai ini diperbolehkan melihat Menara suar yang telah berdiri selama 130 tahun ini dari dekat. Dari sini pengunjung akan dimanjakan oleh pemandangan pulau-pulau kecil yang terhampar di sekitar perairan ini.
“orang-orang tua di sini ada yang tahu cerita suar ini dulu, sejarah pulau ini juga ada’’ kata Bujang lagi.
Untuk sampai ke kawasan wisata ini, dari Batam kita harus berkendara menuju ke Desa Sembulang, ibukota Kecamatan Galang. Bujang menuturkan bahwa pihaknya menyediakan kapal untuk transportasi pengunjung, kapal angkutan ini akan menunggu pengunjung di pelabuhan Sembulang. Dari sini pengunjung akan langsung menyeberang menuju kawasan wisata pantai Anak Karas sekitar 30 menit perjalanan.
Alternatif lain untuk sampai ke tempat wisata ini, pengunjung bisa naik kapal penumpang ke pulau Karas, biaanya kapal penumpang ini akan berangkat pada pukul 08.30 WIB dan pukul 13.00 WIB setiap harinya. Sampai di pulau Karas, selanjutnya pengunjung bisa berjalan kaki atau naik ojek untuk sampai ke kampung Darat Pulau, di sana pengelola wisata ini akan mengantarkan sampai ke pantai Anak Karas.
Lebih lanjut Bujang menjelaskan bahwa kawasan wisata yang ia kelola ini masih memerlukan banyak perbaikan. Ia mengaku terus melakukan perbaikan demi kenyamanan pengunjung yang datang.
Empat Bulan Membersihkan Pantai
Sebelum rssmi dibuka, kawasan pantai Anak Karas ini merupakan semak belukar. Butuh waktu sekitar empat bulan sebelum akhirnya menjadi kawasan wisata seperti saat ini. Bujang mengaku bukan perkara mudah membersihkan kawasan ini, apalagi untuk kepentingan wisata.
Selama empat bulan tersebut, Bujang hanya mampu membersihkan setengah dari kawasan ini. Padahal menurutnya kalau hanya sekedar membersihkan tidak untuk kepentingan wisata, waktu empat bulan itu cukup untuk membersihkan seluruh lahan yang ada.
"Kita bukan asal beraihkan, harua betul-betul bersih biar orang datang bisa enak di sini" kata Bujang.
Saat ini Bujang telah memegang izin pengelolaan kawasan ini sebagai tempat wisata. Meskipun masalah perizinan untuk kawasan Rempang dan Galang masih terbentur status quo, ia mengaku tetap berupaya agar kawasan yang ia kelola legal. Dengan demikian ia berharap ada perhatian dari pemerintah terutama dinas pariwisata. Sebagai induk pariwisata di Batam, Dinas Pariwisata memiliki tanggung jawab untuk memajukan kawasan pariwisata, termasuk kawasan pantai Anak karas ini.
Dengan segala keunggulan yang dimilikinya, kawasan ini akan mampu meningkatkan perkembangan pariwisata di Batam. Belum banyak kawasan wisata di Batam yang menyajikan nilai-nilai seperti di kawasan ini. Pengunjung bisa menikmati keindahan pantai sambil melihat aktivitas nelayan di sekitar kawasan ini, kearifan lokal terhadap lingkungan laut yang menjadi penunjang kehidupan masyarakat.

Comments