Digusur dari Tanah Leluhur, Sedihnya Jadi Warga Seranggong Batam
Setelah digusur dari kampungnya, Kampung Seranggong, Kelurahan Bengkong Sadai, Kecamatan Bengkong, Batam, pada Rabu (8/1), warga Seranggong kini terkatung-katung. Belum ada jalinan komunikasi antara warga dengan Pemerintah Kota (Pemko) maupun DPRD Kota Batam sampai saat ini. Padahal mereka yang tergusur langsung mendatangi kantor Walikota Batam sesaat setelah terjadi penggusuran. Hal serupa juga berlaku ketika mereka kembali datang di tempat bertugas orang nomor satu di Batam ini pada Kamis (9/1) pagi, tidak ada yang menemui mereka. Beralih ke DPRD Kota Batam, sampai saat ini mereka juga belum berhasil menemui satupun wakil rakyat, sampai sekitar pukul 12.56 WIB, mereka masih bertahan di depan pintu masuk utama gedung DPRD Kota Batam ini. Dari beberapa warga yang berhasil ditemui, ketidakadilan nampaknya menaungi mereka. Tergusur dari dari tempat kelahiran, yang telah ditempati sejak tahun 1930-an menurut keterangan mereka. Siti Amisah, 63, salah satu warga yang...