Jelajah Sumatera Part #3 (Jejak Sejarah dan Rayuan Danau Toba)
Saya selanjutnya bergeser ke Provinsi Sumut pada Sabtu (28/9/2019). Pagi-pagi sekali saya bertolak. Baru berjalan sekitar 15 menit, kendaraan yang saya tumpangi harus berhenti , ternyata seekor kucing tertabrak. Sopir mobil yang saya tumpangi berusaha menghindar, namun tetap mengenai hewan malang tersebut.
Jarak berhenti mobil dengan lokasi kejadian cukup jauh, agak menyulitkan kami menemukan kucing itu, belum lagi saat itu kondisi memang masih gelap. Saya sempat berfikir kucing ini selamat karena tidak menemukan tanda-tanda keberadaannya. Kenyataannya tidak, seorang kawan perlahan mendekat sambil membopong kucing berwarna putih kuning dari tengah jalan.
Tidak ada darah di sekujur tubuh kucing ini, namun kondisinya saat itu sudah tidak lagi bergerak. Sang sopir kemudian mendekat sambil membawa sehelai baju mliknya, si kucing dibungkus dan dikuburkan tak jauh dari sana.
Sempat ada penumpang wanita yang menangis, kasihan dengan si kucing. Reaksi serupa juga keluar dari supir mobil ini, ia tidak menangis, tapi langsung meminta rekan lain menggantikannya di kursi driver. Sebuah kejutan di awal perjalanan panjang menuju Medan, Sumut.
Setelah insiden itu, perjalanan relatif lancar, saya sampai di Medan sekitar pukul 19.30 WIB. Di sana saya sudah ditunggu seorang kawan, meski lelah, tradisi ngopi tetap berjalan seperti biasa. Saya pesan Jeruk Panas Manis, kami ngopi hingga agak larut.
Selain menyempatkan diri singgah di Istana Maimun di Medan, saya juga mampir meihat aktivitas belajar anak-anak pemulung di Taman Pintar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun di Kabupaten Belawan dan mengitari indahnya Pulau Samosir.
Di Samosir, saya tidak melewatkan momen bersama Danau Toba. Saya terjun dan berenang ria, agak takut awalnya, keasikan akhirnya. Dua hari terakhir berada di Samosir, saya selalu sempat untuk berenang di danau meski ketika itu diselimuti kabut cukup tebal.
Comments