Naik Kereta Api Ekonomi Rasa Bisnis Ala Traveloka

Batam - Mode transortasi massa di Indonesia, umunya menyandingkan kenyamanan penggunanya dengan harga yang harus dibayarkan. Semakin tinggi harga, maka semakin tinggi pula tingkat kenyamanan, tergambar dari fasilitas yang disediakan.

Seiring dengan perkembangan dunia digital, kesenjangan yang tampak memberi untung dan kemudahan bagi masyarakat kelas atas, telah memgalami sedikit pergeseran. Signifikansi ini terlihat dari terbukanya akses dan pilihan bagi pengguna transportasi di kelas menengah ke bawah. Satu contoh nyata adalah layanan yang membebaskan pengguna jasa Kereta Api Indonesia, menentukan pilihan kursi mereka.

Manfaat dari terobosan ini penulis rasakan sendiri. Ketika itu, penulis melakukan perjalanan panjang bersama dua teman dengan rute Batam menuju Jakarta, kemudian dilanjutkan  ke Jogjakarta. Perjalanan dari Batam ke Jakarta dengan memggunakan pesawat yang hanya memakan waktu sekitar 60 menit. Selanjutnya, dari Jakarta ke Jogjakarta, kami menggunakan kereta api dengan masa tempuh sekitar 8-10 jam, di sinilah kami mulai merasakan manfaat dari kebebasan kami melilih kursi.

Dengan masa tempuh yang relatif panjang, selalu bersama dalam rombongan selama perjalanan adalah berkah tersendiri. Ketika kita saling menjaga, membaur dengan penghuni gerbong lain, berbagi pundak untuk sekedar beristirahat, menjadi nilai istimewa yang terasa manis ketika diingat.

Sebagai penyedia layanan, Traveloka penulis nilai memiliki sensitivitas, memiliki andil yang tidak hanya memberi kemudahan, namun juga menjadi solusi atas terciptanya rasa nyaman ketika dalam perjalanan.

Untuk diketahui saja, perjalanan menggunakan kereta api ini adalah pengalaman pertama  buat dua teman penulis, maskipun sempat mengeluh dengan lamanya perjalanan yang kami tempuh, nyatanya rasa syukur berulangkali penulis dengar dari keduanya karena kami berada di satu kursi.

Tidak terdengar keluhan akan vertikalnya sandaran kursi, terbatasnya ruang gerak, dan segala kesederhanaan fasilitas kereta ekonomi. Justru mereka antusias mendengarkan logat jawa yang sama sekali asing buat mereka, dan tentunya manikmati pengalaman naik kereta api ekonomi.

Comments