Pulau Mubut Darat, Menikmati Damainya Pergantian Tahun

SANTAI, Salah satu pengunjung pantai, Amry Zailani menikmati malam pergantian tahun di Pulau Mubut Darat. Suasana tenang dan damai diakuinya menjadi nilai lebih menyambut tahun baru 2018.

BARELANG- Damai, itulah satu kata yang kiranya mewakili momen tahun baru 2018 di Pulau Mubut Darat, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Batam, Kepri. Suasana kontras dari riuhnya perayaan pergantian tahun di banyak daerah di seantero nusantara. Meskipun demikian, esensi hadirnya harapan dan semangat baru tidak berkurang sama sekali. "Asik, suasananya tidak biasa dan menenangkan" kata Amri Zailani, 30, satu dari banyak penikmat suasana pergantian tahun di pulau Mubut Darat ini, Senin (1/1/2018) sekitar pukul 02.00 WIB.

Ya, malam pergantian tahun di pulau ini tidak didominasi oleh warna-warni kembang api, begitu juga dengan suara nyaring terompet yang jamak kita dengar menjelang detik-detik hadirnya tahun baru. Pengunjung lebih disibukkan dengan aktivitas bersantai menikmati lembutnya hembusan angin pantai. Berayun dengan hammock diantara batang pohon kelapa, bercengkerama mengelilingi api unggun, dan berjalan menyusuri sisi terdekat antara pasir dan air.

Tawa lepas pengunjung mengiringi gerak waktu yang terasa berjalan lebih cepat dari biasanya. Ekspresi damai yang tak terbantahkan, meskipun saat itu langit tidak berhias kemerlap bintang-bintang.


Sambil menyeruput kopi hitam buatannya, Amry mengaku bersyukur bisa menikmati pergantian tahun dengan cara seperti ini, suasana yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Menghabiskan akhir tahun di pulau kecil yang ternyata memberi kenikmatan lebih dari biasanya. "Kalau sudah begini, nikmat tuhanmu yang mana lagi yang kau dustakan" katanya sambil tertawa pelan.

Meskipun hanya datang berdua dengan temannya, Amry mengaku tidak merasa asing berada diantara rombongan pengunjung lain. Nuansa persahabatan antar pengunjung dan keramahan pengelola kawasan ini diakuinya membuat ia betah berlama-lama di sini. Apalagi fasilitas primer untuk pengunjung seperti musola, kamar mandi, dan toilet, sudah tersedia dan dalam kondisi bersih.

Menikmati malam pergantian tahun tanpa kembang api dan terompet

Baru dibuka sebagai salah satu destinasi wisata sejak 2016 lalu, pulau kecil ini memang menyajikan varian baru dari wisata pantai yang ada di Batam. Pulau dengan hamparan pasir putih, dikelilingi pohon kelapa yang membuat teduh dan sejuk. Keunikan ini membuatnya jadi kawasan wisata baru dengan perkembangan yang terbilang pesat. Menjadi tujuan favorit bagi wisatawan, khusunya mereka yang berada di generasi milenial. "Kita baru sekitar dua tahun buka, alhamdulilah pengunjung semakin ramai" kata Muhammad Daud, pengelola kawasan ini.

Daud menjelaskan, semakin meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan yang datang, membuat ia terus berupaya menghadirkan sesuatu yang baru. Menyajikan apa yang memang diinginkan oleh para penikmat pantai. Saat ini, kata Daud, ada beberapa lokasi yang memang dibuat untuk mereka yang suka berfoto, seperti gerbang masuk pulau, pelantar, dan spot foto menarik lainnya. "Kita buatlah tempat-tempat untuk mereka (pengnjung) berfoto" katanya.

Tidak hanya itu, di kawasan ini juga disediakan pondok-pondok ukuran sedang untuk disewakan kepada pengunjung. Setidaknya ada sekitar 20 pondok yang disewakan seharga Rp100.000 untuk setiap pondoknya. Di sini juga disediakan penginapan semi permanen model panggung khas rumah adat melayu yang disewakan seharga Rp300.000 untuk satu malam menginap. Kawasan ini juga sudah teraliri listrik dengan menggunakan mesin genset, sehingga memudahkan pengunjung.

Pengelola juga menyediakan penginapan bagi pengunjung yang tidak membawa perlengkapan kemping
Lebih lanjut, ia menjelaskan, pada momen libur nasional seperti tahun baru ini, jumlah pengunjung bisa mencapai ribuan orang, padahal luas lokasi ini tidak lebih dari satu hektar. Tingginya jumlah kunjungan pada masa-masa seperti membuatnya kualahan dan harus menambah jumlah pekerja. "Kita tak bisa berhenti antar jemput tamu, dari pagi sampai sore jalan terus" kata Daud lagi.

Berada di Kelurahan Sembulang, pulau ini hanya berjarak sekitar 10 sampai 15 menit dari pebuhan penyeberangan. Dengan ongkos penyeberangan sebesar Rp40.000 pengunjung sudah bisa datang dan menikmati suasana nyaman dari pulau ini.

Untuk sampai ke pulau ini dari pusat kota Batam, kita akan melewati empat dari enam jembatan yang menjadi penghubung antara pulau Batam dan pulau Rempang, lokasi dimana Mubut Darat berada. Salah satunya adalah jembatan Raja Haji Fisabililah (dikenal Jembatan 1 Barelang) yang menjadi ikon kota Batam.(bbr)

Comments