Hari Sedih Sri Mulyani di Batam

Menteri Keungan, Sri Mulyani bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam ekspos tangkapan sabu seberat 1,622 ton di pelabuhan Logistik Sekupang, Batam.

BARELAFEU- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku sangat sedih dan khawatir terhadap peredaran narkotika di Indonesia. Tangkapan 2,932 ton sabu hanya dalam waktu kurang dari dua bulan di awal 2018 ini benar-benar memperlihatkan ancaman besar narkotika untuk masyarakat Indonesia.

Meskipun ia memberikan apresiasi tinggi terhadap keberhasilan tim gabungan Satgassus Polri, Direktorat IV Tipidnarkoba, Bea Cukai Pusat dan Bea Cukai (BC) Batam, dalam membongkar praktek peredaran narkoba di perairan Indonesia, rasa sedih dan kekhawatirannya tetap nampak. Ia sangat serius ketika membahas ancaman, akibat, kerusakan dan dampak lain dari narkoba terhadap masyarakat.

Bagaimana tidak, jika satu gram sabu diperkirakan bisa dikonsumsi oleh dua orang, makan kejahatan ini bisa merusak jutaan generasi di Indonesia. 2,932 ton sabu ini bisa merusak hampir enam juta orang, lebih tepatnya 5.864.000 jiwa. 

"Ini hari sedih buat kita. Kita bicara jutaan jiwa masyarakat yang terancam akibat narkoba ini," kata Sri Mulyani di sela Ekspos sabu di Pelabuhan Logistik Sekupang, Batam, pada Jum'at (23/2) kemarin.

Sri Mulyani melanjutkan, pekerjaan berat akan menanti masyarakat Indonesia, dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin baik, menjadikan Indonesia sebagai sasaran utama peredaran narkoba di Asia Bahkan dunia. Hal ini terbukti dengan intensitas yang semakin meningkat setiap bulannya, bahkan dalam jumlah yang fantastis.

Pemerintah terus berupaya mencegah peredaran barang haram ini, bahkan melakukan kerja sama dengan pihak luar negeri. Berbagi informasi intelijen terhadap alur peredarannya, mencari pemain utama dibalik penyelundupan dan lain sebagainya. Hanya saja kata Sri Mulyani, narkoba ini adalah permainan mafia yang memiliki akar yang sangat dalam sehingga sulit untuk dihentikan.

Lebih jauh Sri Mulyani mengatakan masyatakat harus ikut serta membantu tugas pemerintah menangkal kejahatan narkoba ini. Seringkali kejadian-kejadian besar diketahui melalui laporan awal dari masyarakat yang memang bersentuhan secara langsung "Pemicu terbongkarnya sering kali berawal dari masyarakat, sehingga kerja sama dari masyarakat sangat-sangat penting. Kejahatan ini sangat dekat dengan kita," kata Sri Mulyani.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan bahwa kejahatan sabu ini adalah kejahatan yang melibatkan banyak uang. Sangat menguntungkan bagi para bandar sehingga sampai saat ini masih terus berlangsung, bahkan semakin menggila.

Comments