Belajar Dari Muar, Daerah Terbersih Se-Asean Dengan Beragam Sajian Pariwisata
Barelafeu-Kebersihan menjadi salah satu elemen penting dalam menghadirkan kenyamanan, yang membuat orang betah berlama-lama menikmati sajian keindahan suatu kawasan. Dengan lingkungan yang bersih, suatu tempat memiliki posisi tersendiri yang menjadikannya istimewa.
Dalam dunia pariwisata, kebersihan adalah hal mutlak yang harus diperhatikan, dimana ia (kebersihan) menjadi pertimbangan utama kedatangan masyarakat untuk berlibur di suatu destinasi.
Itulah yang saat ini diperlihatkan oleh Distrik Muar, kota kecil yang berada di Negeri Johor, Malaysia. Muar menyajikan kawasan pariwisata yang tidak hanya memiliki nilai seni dan historis, lebih dari itu dikemas dengan tetap mengutamakan kebersihan di tiap destinasinya.
Berkesempatan menjejaki beberapa kawasan Muar, sajian lingkungan yang bersih walaupun berada di kawasan ramai seperti pusat perbelanjaan, kawasan wisata di tepi Sungai Muar, dan di kompleks pertokoan, membuat kita betah berlama-lama di kawasan ini.
Kenyamanan lain hadir dalam tampilan lalu lintas yang lancar, hingga di kawasan perkampungan dimana ia tersaji dalam bentuk alami. Dukungan destinasi yang memiliki nilai historis, edukasi, dan bernilai seni ini, menjadikan Muar sebagai kawasan yang menyajikan semua yang dibutuhkan para pelancong.
Kawasan Tanjung Emas adalah satu dari banyak lokasi yang mencuri perhatian ketika pertama kali berada di Muar. Berada di bibir sungai Muar yang mengarah ke Selat Malaka, orang-orang akan disajikan dengan pemandangan taman yang berada tepat di bibir sungai. Wahana bermain anak, tugu Muar Mural Art, dan semua kelengkapan yang ada di sepanjang kawasan ini memiliki daya tarik tersendiri.
Pepohonan rindang, udara sejuk, dan tentunya lingkungan yang bersih, bahkan dari dedaunan menjadi sajian utama menyambut kedatangan para pelancong di lokasi ini.
Muar Mural Art menjadi ikon pariwisata Muar, dimana gambar mural yang terpajang melambangkan keberagaman dan toleransi dari empat etnis (Melayu, India, Cina, Tamil) yang ada di Muar dan Malaysia pada umumnya. Di sini menjadi salah satu tempat berfoto wajib bagi setiap pengunjung yang datang.
Hal istimewa lainnya, pengunjung kawasan ini tidak hanya bisa menikmati keindahan Tanjung Emas dari bibir sungai saja, pengelola kawasan wisata ini juga menyediakan kapal (Muar River Cruise) untuk mereka yang ingin menikmati keindahan salah satu kawasan Muar ini langsung dari sungainya.
Dengan biaya RM12 untuk orang dewasa dan RM6 untuk anak-anak, pengunjung akan dibawa menyusuri sungai selama sekitar 40 menit. Melihat megahnya Muar Mural Art, melintasi jembatan yang menghubungkan kawasan Tanjung Emas dengan pulau di depannya, dan sajian keindahan lainnya.
Menjauh sedikit dari sungai, kita akan mendapati kawasan kompleks kerajaan, dimana di lokasi ini terdapat bangunan istana, masjid dan bangunan pendukung lainnya. Bangunan kerajaan ini dulunya adalah tempat bagi raja-raja dari Kerajaan Melaka berlindung ketika diserang oleh Portugis. Tidak diketahui pasti kenapa para raja ini memilih Muar, namun secara geografis Muar memang menjadi sempadan (daerah yang berbatasan) antara Negeri Johor dan Melaka.
"Itulah mengapa Muar juga diberi nama Bandar Maharani Bandar Diraja," kata Sallehudin HJ Satar, Chairman Tourism Muar ketika ditemui di kawasan Tanjung Emas pada Jum'at (5/10).
Di sisi lain Muar, juga terdapat sebuah bangunan dimana potensi lain Muar dipamerkan. Muar Art Gallery, di dalamnya tersaji segala potensi yang dimiliki Muar sebagai kawasan pariwisata, seni, dan penghasil furnitur terbaik di Malaysia.
Bangunan empat lantai ini menjadi lokasi dimana produk-produk seni, baik itu lukisan, foto, dan produk kerajinan yang dibuat oleh tangan-tangan handal yang berasal dari Muar terpajang.
Menelusuri setiap sudut ruangan, menyaksikan produk-produk seni yang ada, membawa kita pada satu kesimpulan bahwa Muar Art Galery ini memiliki daya pikat.
Tampilan ide liar hadir menjadi produk bernilai seni yang bisa dinikmati pengunjung. Entah itu hanya melalui sentuhan jemari, pandangan mata, atau hanya sekedar menikmatinya melalui jepretan kamera.
Kita disuguhkan pengetahuan tentang sejarah awal berkembangnya industri furniture di Muar hingga menjadi daerah tertinggi pengekspor produk furniture di Malaysia. Potret keindahan setiap sudut Muar melalui foto yang terpajang. Dan tentunya produk-produk furniture unggulan seperti kursi rotan, meja, lampu hias, dan produk-produk dengan kekhasannya sendiri.
"Di sini kita punya idea (ide) tidak dibatasi, selagi bisa dituangkan dalam sketsa, bos kita selalu mendukung buatan (karya) kita," kata Mira, 24, salah satu karyawan Muar Art Galery yang bertugas di bidang desain.
Selain kawasan yang sempat didatangi tersebut, pengembangan destinasi unggulan lain, seperti Galery Bukit Kepong, Muar Eco Resort, dan beragam jenis destinasi dan kekayaan kuliner di Muar juga terus dilakukan untuk menjadi daya tarik pelancong.
District Officer (DO) Muar, Muhammad Hafiz bin Ahmad menjelaskan, Muar dibangun atas empat fokus utama yaitu tourism, furniture, tanaman hias, dan pendidikan. Keempatnya saling berkaitan hingga pada prosesnya menjadikan Muar sebagai salah satu destinasi unggulan di Negeri Johor.
Tourism yang menjadi fokus utama berdampak pada prestasi Muar menjadi daerah terbersih se-Asean. Dimana pengembangan pariwisata dimulai dengan pemahaman betapa kebersihan adalah hal yang sangat penting. Mengajak masyarakat untuk peduli dengan kebersihan lingkungan, mulai dari anak-anak hingga mereka yang telah berusia dewasa.
"Tantangan terberat ialah sikap manusia, kita kena educate masyarakat dari usia anak-anak lagi tentang menjaga kebersihan. Semua peringkat hingga masyarakat secara keseluruhan, semualah," kata Hafiz dalam sebuah acara di kediamannya di Muar pada Sabtu (5/10) malam.
Penghargaan yang diberikan dalam Asean Tourism Forum 2018 di Chiang Mai, Thailand pada Februari 2018 lalu ini, menjadikan Muar sebagai kota terbersih se-Asean untuk periode 2018 hingga 2020. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras seluruh elemen yang mulai bergerak menjadikan muar sebagai tujuan wisata sejak 2015 lalu. Pada 2016 Muar juga memperoleh penghargaan sebagai daerah terbersih di Malaysia.
Dengan segala perbaikan tersebut, Muar diharapkan bisa mendatangkan dua juta turis asing pada 2019 mendatang. Angka ini meningkat signifikan dari target sebelumnya pada 2018 hanya 17 ribu, dan capaian pada 2017 di angka 13 ribu kunjungan wisatawan asing. Sampai saat ini, sudah ada 20 paket wisata yang disiapkan bagi pengunjung yang ingin lebih dekat dengan Bandar Maharani Bandar Diraja yang dihuni sekitar 300 ribu jiwa ini.
Comments