Jelajah Sumatera Part #1
Meninggalkan Pekanbaru yang penuh asap, saya bergerak menuju Provinsi Aceh pada Kamis (19/9/2019). Saya sempat mampir semalam di Rantau Prapat dan semalam di Deli Serdang, Sumut. Sepanjang perjalanan itu kabut asap masih berhias di langit Sumatera. Begitu juga dengan Sawitnya.
Saya akhirnya tiba di ibukota Provinsi Aceh, Banda Aceh pada Minggu (22/9/2019). Kondisi ini sedikit bergeser dari rencana awal dimana saya lebih dulu akan menginap satu malam di Kota Lhokseumaweh. Saya bahkan sempat mengulik sedikit informasi tentang kota pelabuhan ini.
Perjalanan terasa lebih berat karena pergeseran tersebut, saya baru tiba di Banda Aceh pada tengah malam, sekitar pukul 00.30 WIB. Saya terpaksa melintasi kawasan Gunung Seulawah sebelum sampai di Banda Aceh, kawasan dengan medan berliku dan curam malam itu. Saya sempat tertidur sebentar, namun kembali terjaga oleh tikungan tajam yang mengocok perut.
Cukup lama rasanya saya melintasi kawasan Gunung Seulawah ini, merasakan sensasi berputar ke kiri, ke kanan, menanjak, kadang berpapasan dengan kendaraan di tikungan tajam, menahan nafas saat laju kendaraan terasa lebih kencang saat melalui jalur yang menurun.
Di tengah perjalanan saya juga teringat cerita seorang kawan yang pernah berjalan kaki di sepanjang jalur ini, dimana sang kawan mengaku sempat diikuti oleh makhluk halus. Kejadian itu tidak hanya dirasakannya sendiri, namun pengendara mobil yang kebetulan meintas ketika itu juga menyaksikan sosok makhluk sedang duduk di tas besar miliknya.
Sepanjang perjalanan itu, ia terus berdo’a memohon perlindungan tuhan. Ia terus berjalan hingga gangguan itu berakhir. Beberapa saat setelah itu dirinya tak kuasa menahan tangis hingga terkencing-kencing.
#travelermalas
Comments